Kaki jika dua, seimbang lah.
Tangan jika dua, kuat berpegang.
Mata jika dua, jelas menatap masa.
Pikir dan rasa, dua sisi menguning warna.
Cukup lah hidup bergilir.
Mandiri memayung tapak kaki.
Kokoh hidup dihadapi.
Gigih menopang beban diri
Sudah ibu tak lagi diberati
Kini waktu meniti peran sendiri
Bekal hidupmu bebaskan kerdil ini
Gigih pribadi pupuk mandiri
Menjadi Kami, mandiri saling mengasihi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar