Minggu, 01 November 2015

A Spot in The Circle

"Titik-titik itu yang membentuk garis lengkung, merapat, dan menjadi sebuah lingkaran. Seperti hujan yang turun dari kumpulan tetes per tetes air, seperti buku yang berasal dari lembar per lembar kertas.."

Kita adalah Aku dan Kamu
Begitu banyak perbedaan antara diriku dan dirimu, karena bahkan si kembar pun tak akan sama.
Saat perbedaan berbenturan dengan keras, reaksi yang paling sering terjadi adalah marah, tersinggung, menghindar, bahkan antipati. Seringkali dalam perbedaan, satu merasa lebih benar dan menyalahkan yang lain. Menyalahkan dengan kritik yang terdengar tidak untuk membangun, namun cenderung akan menimbulkan perpecahan. Padahal dalam dua hal yang sedang berbenturan karena perbedaan, ego akan memuncak, emosi makin tak terkendali.
Jika tak saling meredam, hanya akan menyisakan setengah dari Kita. Aku saja atau Kamu saja.

Pemimpin adalah bagian dari Kita
Saat terdengar kritik pedas yang terdengar mengolok-olok sosok pemimpin, dari masyarakatnya sendiri, duh rasanya miris. Kenapa harus merendahkan? Jika diri sendiri mungkin belum mampu berdiri 'tinggi'. Kenapa harus menyudutkan, melempari dengan cemoohan, menghakimi segala yang dilakukan adalah kesalahan? Kenapa pula selalu ada penghakiman sepihak, menyerukan pergantian pimpinan. Apakah mengganti adalah solusi tepat?
Lalu adakah jaminan kesempurnaan untuk penggantinya kelak? Lalu akankah hilang cemoohan jika ketidaksempurnaan muncul di hari depan?
Pemimpin bagian dari kesatuan. Kita pun bagian daripadanya. Adilkah bila pemimpin saja yang dituntut sempurna, demi Kita? Bukannya Dia hanya satu titik dalam lingkaran?
Kenapa tak terblesit gotong-royong? Waktu, usia, tempat; tak akan begitu berpengaruh. Gotong-royong bisa dengan cara masing-masing. Memperbaiki masing-masing dengan cara masing-masing, demi kebaikan Kita bersama, yang memimpin dan yang dipimpin.

Adalah Lingkaran, Titik-titik yang Berpelukan
Jika Kita adalah Aku dan Kamu, maka baik-buruknya Kita adalah tentang keterpaduan Aku dan Kamu. Mengganti Kamu dengan sosok lain, hanya membuang waktu dan menyia-nyiakan effort yang sebelumnya telah berbuah. Kenapa tidak diperbaiki? Bukan hanya Aku atau Kamu yang memperbaiki diri, tetapi Kita.
Karna bukan lingkaran namanya jika hanya terdiri dari satu titik. Adalah titik-titik yang menyatu dan hugging each others, yang bergotong-royong, erat dan padu, menyelaraskan diri, melangkah dengan harmoni, menerima perbedaan, menyesuaikan untuk perbaikan, bersama dan setara.
"Lingkaran adalah persatuan.
Hujan adalah persatuan.
Bangsa adalah persatuan.
Kita adalah persatuan.."
Mengganti bagian dari sebuah kesatuan, tidaklah lebih efektif. Pun tak lebih efisien dibanding dengan memberi waktu dan support untuk saling memperbaiki diri, mempererat persatuan.

-terinspirasi dari komentar (baca: cemoohan) sebuah titik terhadap titik yang lain di sebuah media sosial-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar