Sejak kapan aku jadi artis?
Menyembunyikan luka, menahan tangis, tersenyum lebar dengan rapi.
Siapa pula yang mengajariku berakting?
Menyimpan sepi, mewujudkan sosok imajinasi.
Tanpa lawan bicara, menghasilkan kreasi monolog dalam puisi.
Untuk siapa aku berakting?
Menampakkan tawa lalu tersentak diam, berbicara panjang sendirian.
Kenapa pula penonton terlalu menghakimi?
Menghimpit akting dengan keegoisan.
Melempar paksaan pada naskah yang kupunyai pribadi.
Bait-baitnya sudah kumainkan, kugerakkan badan dalam adegan.
Kata-katanya sudah kuucapkan, kurangkaikan monolog dalam beberapa barisan.
Sampai kapan aku jadi aktris?
Membentuk muka, membacakan cerita, memperagakan kisah.
Dibatasi hitungan dalam adegan, membawa raut senang-sedih bersamaan.
Untuk apa aku berakting?
Membaca naskah dibelakang punggung.
Berlatih adegan selama mata menutup.
Perlukah menipu diri?
Sejatinya penghiburan lah yang kucari.
Demi senyum yang menyehatkan hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar