Memories bring history, plans bring future
Mengapa aku tulis kalimat itu, ya karna itu yang terpikir di kepalaku. Saat banyak yang mengucap 'sudahlah itu cuma masa lalu', aku justru punya pandangan lain bahwa masa lalu tak boleh di'cuma'kan seremeh itu. Ibarat kendaraan bermotor, kaca spion tak boleh diabaikan. Mungkin bisa diabaikan, tapi berpeluang mencelakai lalu lintas. Walau tak perlu dilirik terlalu lama, spion punya andil cukup besar untuk keselamatan berlalu lintas. Ya perlulah ditengok biar mawas diri :-)
Masa lalu itu sama dengan sekarang di hari kemarin, sama seperti hari ini yang sepenuhnya bermakna di saat ini. Dari masa lalu muncul pelajaran untuk lebih mengerti mana saja yang bernama Kesalahan, karna ia harus dihindari demi lancarnya pencapaian harapan di hari ini untuk masa depan. Mungkin 'harga' dari sebuah masa lalu berkurang hari per hari ke depan bila dibandingkan dengan masa sekarang, bahkan masa depan. Tapi bagiku tetap saja masa lalu tak boleh diremehkan. Ia selalu ber'nilai'. Bagiku, nilainya terlampau tak mampu digambarkan :-D
Akhir adalah hasil dari proses masa lalu dan masa sekarang
« Future = (e1+e2+e3.......)/n »
e1->en= effort in past till now = process
n = time (1+2+3+...)
Seperti indeks prestasi, memang yang ditanyakan adalah hasil terakhir, tapi hasil terakhir adalah akumulasi dari indeks prestasi terdahulu sampai sekarang. Pun demikian, Akhir lah yang dilihat dan dinilai. Akhir yang terlihat dan kasat mata. Tapi Akhir perlu melihat proses.
Tom Cruise's Edge of Tomorrow
Beberapa bulan lalu sehabis nonton film Edge of Tomorrow-nya Tom Cruise, berasa de javu aja. Film itu seakan menasehati aku sebagai penontonnya. Bahwa masa depan tak langsung turun dari langit, ia ada dari masa lalu ditambah masa ini. Masa lalu tentunya lebih dari sekedar foto yang dipandangi, lebih dari sekedar buku sejarah yang hanya dihafalkan. Ia berjasa. Seperti sejarah yang tak layak dilupakan, karna ia yang melahirkan masa ini, ia berjasa untuk hari ini.
Tom Cruise dalam perannya kembali mengulang masa lalu demi memperbaiki nasib yang akan didapatinya di masa depan. Ia yang berbekal die to live power saja terlihat begitu kesulitan hingga dibutuhkan pengulangan yang berulang-ulang. Kuncinya adalah mengambil pelajaran dari masa lalu. Setiap kali ia hidup dan gagal memperbaiki nasib, ia akan mengulangi mati demi bisa hidup di masa lalu dan kembali berjuang. Dari pengulangan hidup-mati itu ia ambil pelajaran yang kemudian membantunya mencapai tujuan (read: Future).
Jika ada kurang di masa lalu, maka harus ditutup dengan kerja keras untuk perbaikannya di masa ini, bukan menutupnya tanpa solusi.
Seperti cermin, berkacalah, amatilah, lalu berdandanlah hingga merasa cantik. Masa lalu itu cermin, akan mengingatkanku untuk introspeksi, akan menasehatiku untuk memperbaiki diri, akan mendewasakanku menggali solusi.
Ah, masa lalu :-) kenangan, guru, sejarah.
Tak perlu disesali, cukup dimengerti mana-mana yang perlu diperbaiki. Jangan sampai dilupakan, karna ia Maha Guru dari waktu ke waktu.
Today is so precious as a key for the future. And so does it. It is so precious as today in yesterday.
Entah apa yang buatku menuliskan ini :-D Mungkin, aku mulai lapar #eh
:-D
P.S Selamat menunaikan ibadah puasa :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar