Pernah kumiliki pengalaman indah bersahabat. Dikala belum terusik kepolosanku oleh lingkungan sekitar di fajar itu. Hingga sebelum ibu bapakku berhasil mengajariku mengeja nama E-R-I-N-A dengan sempurna, sebuah kisah persahabatan sudah lebih dulu terjadi.
Aku yang mulai menyukai pita berwarna mencolok diselipkan di rambutku waktu itu, mengenal seorang anak seumuran yang tak lain adalah cucu pemilik kontrakan yang untuk dua tahunan digunakan aku, ibu, dan satu kerabat dekatku berdiam selama ibuku mengikuti sebuah rangkaian kegiatan yang akupun tak mengerti apa itu. Yang kutahu hanyalah cucu sang pemilik kontrakan itu telah berhasil menghapuskan kesedihanku berpisah jarak dengan bapak. Tapi tak lama persahabatanku bertahan, hingga kemudian sepucuk kertas memerintahkan ibuku kembali ke kampung halaman untuk memulai kehidupan yang utuh bagiku.
Seorang sahabat pun kembali kumiliki sejak kujajaki bangku sekolah dasar. Lalu dipisahkan oleh jarak, membuatku tak lagi mengetahui kabar-cerita tentangnya. Begitupun dengan kedua sahabat penaku. Hanya lima tahun saja pak pos menjembatani hubungan kami. Dan lagi, jarak adalah alasannya.
Begitulah kisah yang menjadi ending chapter untuk persahabatanku di masa kecil.
Masa remajaku masih terhias canda tawa persahabatan. Kumiliki beberapa sahabat dekat yang membuatku makin bersemangat belajar giat. Enam tahun begitu cepat berlalu hingga lagi-lagi jarak memaksa kami menunda menuliskan kisah persahabatan kami selanjutnya. Hingga sebuah liburan panjang yang kuanggap sebagai kemurahan hati pihak kampusku, mempertemukan kami kembali.
Beberapa tahun terpisah membuat kami harus membuat story resume tentang hal-hal penting yang telah terjadi. Dan kali ini bukan lagi jarak yang menjadi alasan. Tapi sebuah siklus kehidupan tentang fajar-senja di kota kecil tempat kami menimba ilmu sekaligus sebagai setting tempat novel persahabatan kami. Begitupun rencana sahabat-sahabat manisku, pernikahan akan membuat mereka bertambah dewasa dengan babak hidup baru, tanpa harus mengakhiri novel persahabatan kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar